Monday, 2 October 2017

YOYO


Buat gua yang dulu masih SMP, ngeliat kakak-kakak atau abang-abang yang udah kuliah, dan bisa cari uang sendiri, itu adalah sesuatu yang sangat mengagumkan. Seakan-akan, jadi dewasa itu yah hanya sepintas "bisa cari uang sendiri".

Apalagi di Medan, memang udah jadi budaya, kalau kita kuliah di universitas swasta, kita harus kuliah sambil kerja. Makanya, banyak universitas swasta di kota medan memadatkan jadwal ke malam hari. Jadinya, mahasiswa-mahasiswanya bisa punya kesempatan buat bekerja full time siang harinya.


Read Kuliah atau Kerja


Gua sewaktu kecil berpikir, kalo gua pingin cepet-cepet tamatin sekolah, supaya bisa kuliah, dan punya penghasilan sendiri. Gua menganggap kalau udah bisa itu, gua bakalan bebas. Bebas buat beli apa yang gua suka, mendalami hobby, dll dll dll...

Nyatanya, sekarang gua udah dia tahun sejak gua tamat SMA. Dan bisa dibilang, hari-hari itu berlalu cepet banget. tanpa sadar, kita udah melewatu hari demi hari dengan padatnya rutinitas.


Dulu, ada orang yang ngasih tau ke gua. Dalam hidup, selalu ada yang kurang dari setiap tahapannya. Sewaktu kita kecil, kita punya banyak waktu bermain, punya begitu banyak energi, tapi ga punya uang dan kebebasan.

Waktu udah kuliah, dan kerja, kita punya cukup uang untuk bermain, bebas, dan punya energi. Tapi, kita gapunya waktu. Karena kita sibuk mencari uang, mengejar karir, meraih cita-cita.

Saat kita udah mulai tua, punya keluarga dan tanggung jawab, kita ga punya waktu, ga punya energi yang banyak lagi, ga punya kebebasan (karena udah ada tanggung jawab ke keluarga), tapi punya uang.

Waktu udah tua, kita punya banyak waktu, cukup uang, punya kebebasan, tapi udah ga punya energi.


Saat orang-orang suka penyerukan "YOLO".
You Only Life Once

Gua lebih suka "YOYO".
You Only Young Once.

Masa muda kita cuma datang satu kali, untuk waktu yang singkat pula. Tanpa kita sadari nanti, kita udah punya segudang tanggung jawab dalam keluarga.
Satu hal yang sejujurnya sangat gua takuti. Gua takut terlarut dalam rutinitas kuliah dan pekerjaan, sampe gua lupa untuk sekadar menikmati hidup.

Begitu sadar kalau waktu "bermain" udah lewat, kita cuman bisa duduk, termenung, membayangkan, menanyakan kepada diri kita sendiri, "Kemana aja gua selama ini?" atau "Ngapain aja gua selama ini?"

Gua pernah baca di satu buku. "Alpha Girl's Guide" yang ditulis oleh Om Henry Manampiring.
Nikah cepet itu gampang, semua orang juga bisa kok nikah cepet. Yang sulit itu punya prestasi. Sesuatu yang bisa lo lakuin dan ga semua orang bisa.


Satu lagu yang reff menginspirasi gua akhir-akhir ini:


Don't wanna wake up one day wishing that we done more
I wanna live fast and never look back, that's what we here for
Don't wanna wake up one day wondering where'd it all go


(Mama - Jonas Blue Lyric)




Sekian curhatan ga jelas gua kali ini. Ketemu lagi di postingan selanjutnya. Semoga postingan yang selanjutnya bisa jadi lebih jelas.
Hehe


Salam, FelicLicia

4 comments :

  1. Nah ini aku banget. Kemarin kemarin aku ke mana aja ngapain aja tau tau udah umur segini. Hahaha...

    ReplyDelete
  2. ditunggu postingan selanjutnya yang jelas ya

    ReplyDelete
  3. Gue sekarang semenjak masuk kuliah mengartikan "menikmati hidup" sebagai datang ke kampus, ketemu temen-temen sambil makan siang bareng, diskusi, panik-panikan bareng, dll. Pelan-pelan emang sadar cara nikmatin setiap fase itu nggak pernah sama.

    Btw, kirain dari baca judulnya bakal bahas mainan. :D

    ReplyDelete
  4. Setelah lulus kuliah tahun lalu dan mulai kerja... saya jadi sadar bahwasanya kapitalisme adalah lingkaran setan yang tak berujung. "Menikmati hidup" dalam artinya "bisa berbuat sesuai kata hati" itu pada dasarnya cuma bisa berlaku bagi yang emang udah ada privilege. Sisanya yaaa memperjuangkan hidup, dan berusaha tidak terlalu stres dengan keterbatasan yang ada alias dinikmati sebisanya HAHAHAHA

    ReplyDelete