Tuesday, 24 October 2017

Pacaran : Ekspektasi VS Realita


Udah lama juga sejak postingan gua yang terakhir di sini. Akhir-akhir ini gua memang sibuk banget. Kenapa?
Karena gua baru pindah kantor. Jadi ceritanya, gua baru resign dari kantor gua yang lama dan skarang udah kerja di tempat yang baru. Artinya gua harus adaptasi dulu dengan keadaan disini.

Doain aja gua betah di sini.

Lanjut ke topik bahasan.



Kali ini gua mau bahas soal realita-realita pacaran. Tadinya sih gua mau bahas realita-realita pernikahan. Tapi mumpung gua belom nikah, gua ga ngerti apa-apa. Sebanyak apa pun buku yang gua baca soal pernikahan, tetep aja... ga ngerasain itu means ga cukup tau untuk nulis tentang itu.

Banyak temen-temen gua yang cepet-cepet pingin punya pacar untuk berbagai alasan. Mulai dari ga mau kalah dari trend, sampe karena pingin merasakan gimana rasanya pacaran. Nyatanya, pacaran itu terkadang ga seperti yang kita bayangkan pada saat jomblo.


Punya teman yang akan selalu ada.

Nyatanya, dia ga bakalan selalu ada. Pastinya ada banyak kesibukan yang mengisi hari-hari dia selain ngurusin lo. Terkadang dia harus kerja saat lo minta di jemput. Terkadang dia harus nyeselain tugas saat lo butuh tempat untuk curhat. Terkadang dia butuh nganterin mamanya ke pasar saat lo lagi down dan butuh temen.

Akhirnya, pacaran itu bukan berarti dia punya lo. Karena sama seperti dia punya kesibukan, kamu juga begitu bukan? Yang ada adalah saling melengkapi.


Selalu dipenuhi kebahagiaan.

Pacaran bukanlah Happily Ever After. Ada kalanya dia ngecewain lo, buat lo sedih, atau bahkan marah. Sering kali kamu harus mengerti situasi dia, begitu pun sebaliknya. Makanya, kalo gua ngeliat pasangan-pasangan di mall yang terlihat sangat bahagia, gua gabakalan percaya kebahagiaan itu gitu aja. Atau kalau ngeliat pasangan yang lagi bertengkar, gua juga yakin mereka punya saat bahagia mereka sendiri.

Yang namanya pacaran adalah sebuah perjalanan. Selalu ada ups and downs nya.


Punya topik yang ga habis-habisnya.

Ga semua orang yang pacaran itu punya hobby dan kesenangan yang sama. Bisa aja cowo lo suka menggambar, saat lo suka berenang. Yang namanya topik pembicaraan juga ga selalu ada kok, ada waktu dimana lo bakalan duduk ber dua dengan dia tanpa berkata-kata, namun tetap menikmati kebersamaan kalian.


He is not always what you want.

Berpacaran seringkali dikatakan "discovering each other". Dan sering kali apa yang kita temukan itu ga seperti yang kita inginkan. Saat manusia yang ga sempurna disatukan dengan manusia yang ga sepurna juga, pasti ada hal-hal yang buat kita makin sayang, hal-hal yang malah buat kita kecewa.
Tergantung bagaimana kita melihat keadaan.


Simplenya,
Cewe yang single selalu iri kalo ngeliat cewe yang pacaran dan bahagia. Tapi, cewe yang punya pacar, juga suka iri kalo ngeliat cewe single yang bahagia.
Intinya yah satu doang. Jadi bahagia, baik kita masih single, atau pun punya pacar.


Salam, Felicia

2 comments :

  1. semangat yah feli di kantor barunya,

    well it's true that in relationship there will be ups and downs, but it will be what makes the relationship stronger if you guys can pass through it. it will be worrisome if in the relationships there is no arguments, no differing opinion. which mean that someone is holding back and trying to avoid conflict which can be devastating when it can't be hold back anymore. it will be like a volcano exploded and let all its lava flow out, nothing will be spared.

    From what i observe, in relationship, it's very often that the peoples that have a very different personalities and interests from each others that ended up as a couple, just like a magnet, like poles repel and unlike poles attracts.

    anyway feli ajarin donk gimana supaya stay positive and happy like you.
    i really needed it

    Signing off

    The beast

    ReplyDelete
  2. Oke, gue setuju semua sih sama yang lo tulis. hahaha

    Pacaran oh pacaran, pengen sih abis pacaran bisa cepet nikah. ehe

    ReplyDelete