Thursday, 2 February 2017

What Love Based On?


Postingan ini didasari oleh keinginan untuk menulis dan inspirasi yang tiba-tiba datang sesaat sebelum gua tertidur pada pukul sebelas malam. Keinginan untuk menulis dadakan ini rasanya sayang banget untuk dilewatkan, makanya akhirnya batal tidur deh, malah ngeluarin HP, membuka aplikasi blogger, dan mulai mengetik.

Gua aja, atau memang sering kali yang namanya inspirasi itu datang pada saat-saat yang ga terduga.

Kembali ke topik bahasan. Gua kali ini mau bahas tentang cinta, ntah karena apa, tapi akhir-akhir ini gua agak rada-rada melankolis gituh, mungkin karena mau Valentine yah? Atau karena akhir-akhir ini ujan mulu?

Gua udah pernah baca ntah dimana, gua udah lupa, kalau setiap orang yang bener-bener ngerasain jatuh cinta, pasti bisa jadi seorang penulis. Waktu itu gua ga gitu ngerti sih, makanya gua bisa sampe lupa bacanya dimana.
Hehehe..


Menurut gua, topik yang paling menarik untuk ditulis dan dibaca memang bukan cinta. Tapi ga bisa dipungkiri kalau cinta bakalan jadi topik pembahasan dan ulasan yang menarik. Gua jujur suka nulis tentang cinta. Misalnya sekarang, gua lagi berbagi sesuatu tentang cinta. Dan di blog gua juga ada label sendiri tentang cinta, yang artinya gua cukup sering ngebahas itu.

Kenapa orang yang jatuh cinta adalah orang yang paling tepat untuk menulis tentang cinta?
Apakah kalian setuju kalau cuma orang yang lagi bener-bener ngerasain apa itu cinta, yang bisa menulis tentang cinta?

Menurut gua, cuma orang yang pernah tersakiti oleh karena cinta yang bener-bener ngerti apa itu cinta. Karena mencintai artinya memberi diri untuk disakiti. Bahkan didalam hubungan dimana kedua orang saling mencintai, pasti tetep bakalan ada saling menyakiti.

Misalnya begini..
Kalau kita mau tau apa rasa mie goreng, ga mungkin kan kita tanya orang yang ga pernah makan mie goreng. Kita pasti bakalan tanya dan mendengarkan pendapat dari orang yang udah pernah makan mie goreng. Kira-kira begitu.
Cinta juga gitu sih.


Beberapa hari yang lalu gua nemuin salah satu junior gua waktu gua masih SMA post gambar yang gua lampirkan di atas, dan gua sejenak tertegun.

Setelah gua pikir-pikir, iya juga sih. Sering kali kita mencari sesuatu pada diri seseorang. Dan walaupun kita udah menemukan seseorang, tapi dia ga punya sesuatu yang kita cari, semua itu ga bakal cukup.

Kita ambil sebuah illustrasi. Mari kita ibaratkan semua kemampuan, karakter, dan sifat kita dalam bentuk buah-buahan.

Misalnya ada seorang gadis yang memegang jeruk ditangan. Artinya gadis itu punya jeruk, dengan semua kelemahan dan kelebihannya. Kulitnya yang tebal, rasanya yang kadang manis dan kadang asam, sampai bijinya yang keras. Tetapi walaupun gadis itu punya jeruk dan memang suka jeruk, ada buah lain yang juga disukainya tapi ga dimilikinya. yaitu mangga.

Gadis itu suka mangga bukan karena mangga adalah buat terenak di dunia, karena ia selalu manis, atau bahkan karena ia adalah buah paling sempurna. Bukan. Gadis itu suka mangga dengan semua kelemahan dan kelebihannya. Semua hasil kombinasi dari kelemahan dan kelebihannya, mulai dari bijinya yang besar, rasa buahnya yang pahit dan manis, kuit hijaunya yang lengket, semua serat dan getahnya, hingga bau harum yang semerbak.

Gadis itu lalu pergi mencari seseorang yang memiliki buah mangga. Ia berlari, berjalan, terjatuh, dan bangkit lagi, lagi, dan lagi.

Sering kali ia menemui berbagai macam orang, dan mencoba berteman dengan banyak orang dengan buahnya masing-masing. Ia mengenal seorang gadis yang memegang semangka, berteman dengan seorang pria yang memegang pepaya, dan berjalan-jalan bersama seorang gadis yang memegang buah nenas. Tapi ga sekali pun ia melupakan tujuan awalnya, yaitu untuk mencari buah mangga kesukaannya.

Pernah sekali gadis dengan buah jeruk ini bertemu dengan seorang pria yang memiliki buah mangga yang harum, namun saat ia menghampiri dan bercakap-cakap dengan pria itu, ternyata pria itu tidak mencari buah jeruk. Ia adalah seorang pria dengan buah mangga yang mencari buah rambutan dan sudah menemukannya. Gadis itu lalu membiarkan ia pergi dengan gadis lain yang memiliki buah rambutan.


Banyak tempat telah dilalui dan waktu terus berjalan. Hingga gadis itu lelah melangkah dan menanti. Ia lalu duduk, terdiam, dan merenung. Kenapa semua ini berat sekali untuknya. Apakah sudah waktunya ia berhenti mencari?

Lalu tiba-tiba datanglah seorang pria dengan buah anggur dan sedang mencari seorang gadis dengan buah jeruk.

Pria dengan buah anggur ini lalu melihat gadis itu dan mengajaknya berbincang, saling mengenal, dan menghujaninya dengan kasih. Gadis yang tadinya kelelahan itu akhirnya menemukan semangat dan harapannya lagi. Sedikut demi sedikit gadis itu semakin mengenal pria dengan buah anggurnya. Semua yang dimilikinya, mulai dari kulitnya yang pahit, namun berbuah bening dan manis.

Hari telah berlalu dan pria dengan buah anggur ini selalu meyakinkan gadis dengan buah jeruk itu dan terus menyayanginya.

Hingga suatu hari, seorang pria dengan buah mangga lewat didepan gadis itu. Sejenak gadis itu menengadahkan kepala dan terdiam. Berpikir, apakah akhirnya aku menemukan seseorang yang sudah lama kucari.

Tapi kalau memang iya, kenapa tidak sedikitpun ia berpikir untuk pergi dari tempatnya berpijak?

Ia lalu melihat kesampingnya dan menemukan bahwa ia bukan lagi seorang gadis dengan buah jeruk yang mencari seorang pria dengan buah mangga. Ia yang sekarang adalah gadis dengan buah jeruk yang telah ditemukan oleh seorang pria dengan buah anggur. Ia yang sekarang sudah tidak mencari buah mangga lagi, tapi mendapatkan lebih dari yang ia cari.

Banyak hal yang ga di mengerti didalam cinta. Kita tertatih, terjatuh, bangkit lagi, menangis, menyerah, dan memulai semuanya kembali. Kita menyakiti dan disakiti, melihat, menyayangi, mencintai, dan melupakan. Tapi itulah bagian dari perjalanan kita hingga menemukan orang yang tepat bagi kita. Dan sering kali apa yang kita cari bukan apa yang tepat bagi kita.

"The best and most beautiful things in this world cannot be seen or even heard, 
but must be felt with the heart." 
— Helen Keller 

Gua percaya kalau kita selalu mencari sesuatu dalam diri seseorang.

Tapi gua ga percaya kalau love does not based on effort.

Karena love based on a lot of things we can't understand.
Gua percaya kalau cinta tumbuh oleh waktu dan perjuangan, dan banyak hal lagi.

Sering kali kita seperti gadis dengan buah jeruk itu. Kita terlalu sibuk mencari sampai lupa berhenti dan berpikir. Tapi selalu ada seorang pria dengan buah anggur yang menantikan kita, yang mencari, dan menemukan. Yang rela memperjuangkan tanpa merasa putus asa dan pergi.

Ga ada orang yang sempurna di dunia ini. Cinta artinya berkomitmen untuk saling menerima, dan saling membangun satu sama lain menjadi lebih baik lagi.

"I saw that you were perfect, and so I loved you. Then I saw that you were not perfect and I loved you even more."
— Angelita Lim  

Gua rasa, cinta itu seperti seorang anak yang disuruh berjalan melewati sebuah taman bunga tanpa boleh melihat ke belakang atau kembali. Ia diharuskan untuk memetik suatu bunga yang paling indah menurutnya.

Di pertengahan taman bunga itu, ia melihat sekuntum bunga yang sangat indah, namun ia tidak mengambilnya. Karena ia berpikir, pasti masih akan ada bunga yang lebih indah lagi di depan sana. Tapi tanpa ia sadari, ia telah berjalan menuju akhir dari taman itu dan tidak ada lagi bunga seindah yang ia lihat di sana. Ia tak bisa berbalik lagi bukan?

Saat itulah ia tahu apa yang telah ia lewatkan.

Kalo ditanyain ke gua, "What love based on?".
Gua ga tau. Ada begitu banyak hal di dunia ini yang ga bisa dimengerti. Salah satunya yah cinta.

So guys, menurut kalian?
What love based on?

"The heart wants what it wants. There's no logic to these things. You meet someone and you fall in love and that's that."
— Woody Allen

With Love, Felicia


17 comments :

  1. Terkadang kita selalu bepikir ingin mencari yang sempurna, yang indah, yang cantik. Dan sering melewatkan itu semua karena berharap di depan nanti akan ada yang lebih lagi yang akan ditemui. Padahal kenyataanya malah sudah berjalan sampai akhir tanpa menemukan satupun keinginan tersebut.
    *Jomblo lagi... jomblo lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha...
      makanya looh...
      Jnagan cari yang sempurna...

      Delete
  2. SOLUTIONS Saving & Profitable,
    All Online Payment Needs Family! click www.maslukis.com

    ReplyDelete
  3. Love to me is a scary thing :|
    I tend to hide myself away when someone tries to get closer.. ._.
    Parno sama cerita temen putus-nyambung.
    Sinetron juga bikin parno... kawin-pisah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang siih..
      cinta itu nakutin, effect dan risk nya juga banyak..
      Tapi, kalo kita udah nemuin orang yang tepat, pasti worth it kok...
      :D

      Delete
  4. Gue udah lama nggak nulis cinta-cintaan. Sekalinya nulis cinta-cintaan, pasti ketauan orang-orang kalo lagi suka sama seseorang. :(

    Eh iya, ini Februari. Sendu banget. Sering hujan dan lagu-lagu cinta sering disetel di radio. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaah..
      Dan hanya tinggal masalah waktu sampek semua toko2 jadi nuansa pink..
      Kita juga jadi ikutan mellow gitu deh... :D
      Sekali-skali boleh kok post tentang cinta..
      Gua tunggu looh..

      Delete
  5. Love has many forms and it can be based on anything. Apakah cinta yg dirasakan seseorang itu dalam atau dangkal, passionate atau charmless? Tergantung orangnya, sifatnya, tingkat kesensitifannya, juga tergantung nasibnya ketemu sama pasangan seperti apa.
    Kalau sy pribadi, romantic love itu seperti heavy storm. It's a force of nature, starts with a gentle breeze and grows into a monster. Bisa terjadi pada siapa saja, datang kapan saja, dimana saja. Ga bisa diatur2 / dicari2. Ga diundang, tapi datang dgn sendirinya. Ga perlu pembangkit tenaga, tapi kekuatannya begitu hebat. Bisa berlangsung bertahun2, atau reda dalam waktu singkat. Tapi yg pasti, like all kinds of natural disaster, kalau benar terjadi, kamu PASTI merasakan dampaknya, positif atau negatif.
    Namun tentu saja bagi sebagian besar orang, banyak juga yg belum pernah merasakan badai cinta. Jadi kita harus buat sendiri pembangkit tenaganya. Yg ini perlu waktu, effort, pengertian chemistry, dan tingkat kesuksesannya beragam. Walaupun hasilnya tidak sekuat kekuatan alam, namun setidaknya prosesnya bisa dikontrol dan akan berdampak positif untuk hidup kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. So True..
      Thanks buat sharing nya yah...
      :D

      Delete
  6. Eaaa temanya tentang cinta

    Terkadang cinta bisa ditemukan dari hal-hal yang tak terduga.

    ReplyDelete
  7. Yang jelas, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga,,, hei begitulah kata para pujangga... #halah....

    Bahkan cinta terkadang dari rasa benci. Kenapa bisa? Karena cinta dan benci itu sama .... SAMA-SAMA DI HATI :)
    #INI BENERAN :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang beneran kok..
      gua ga ngeraguin itu...
      Segala yang ada di hati itu memang berhubungan..
      :D

      Delete
  8. Kalau ngebahas tentang cinta, gatau kenapa aku suka langsung kepikiran masalalu dan kadang suka takut sama masa depan. Ya bimbang gitulah~
    Cinta itu bikin senang, sedih, galau, sakit, pokoknya campur aduk.
    Ah cinta~

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa
      banyak sih yang terjadi karena cinta...
      Ada enaknya ada ga enaknya juga

      Delete
  9. Katanya sih cinta dan patah hati itu merupakan inspirasi terbaik dalam menghasilkan karya. Katanya ini mah lho.

    Btw, what love based on? Ehm... Mau dijawab serius berdasarkan teori atau becandaan nih? Hehe... Either way, you'll just find out what it is as the time goes by.

    ReplyDelete
    Replies
    1. "katanya" itu memang kadang bener kok..
      :D

      Delete